Posted by: larengawi on: Januari 3, 2010
Anda pasti kenal dengan Mario Teguh sang Inspirator yang wajahnya sering menghiasi salah satu TV swasta di Jakarta, dan juga seorang bergerak di bidang Bussiness Efectiveness Consultant. Selain wajahnya yang teduh sekaligus pembawaannya dalam menyampaikan yang khas. Tentu yang takkan pernah terlupakan adalah tips dan motivasinya. Berikut ini adalah Tips Motivasi dari Mario Teguh mudah-mudahan menjadi pemompa semangat bagi kita yang ingin maju.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Posted by: larengawi on: November 29, 2009
Oleh: Rika Farikhah
Begitu kulihat wajahnya untuk pertama kali, cinta itu langsung menyentuh kalbuku dengan sentuhan sihir. Kemudian saya duduk disampingnya menikmati keindahan wajahnya. Kulihat ia tertawa ringan dan keluar dari mulutnya yang merekah begitu inda, seakan ia hadir disisku sebagai seorang penyair. Kemudian ia menebar senyum, seakan ia berkata disetiap gerak bibirnya, “lihatlah aku, lihatlah aku”.
Adapun keadaanya saat itu, hampir saja ia berteriak sambil menundukkan pandangannya, “Aku takut. Aku takut…”. Rambutnya yang berkibar-kibar mengisahkan kalbu yang yang bersayat bercampur dengan rasa senang dan gembira. Ada sisa kebahagiaan yang terselip ditengah-tengah kepedihannya. Duhai sihir cinta, kau tinggalkan menikmati wajahnya dari kejauhan, wajah yang menjadikan dunia ini ikut menikmati tawanya. Engkau berikan kesempatan untukku menikmati senyuman manisnya, senyuman yang paling indah di alam ini. Duhai sihir cinta, engkau jadikan aku tergila-gila kepadanya (Wahyu Al-Qolam, Mushtafa Shadiq Ar-Rafi’i)
Posted by: larengawi on: November 27, 2009
“Bi, boleh gak ber-kurban di xxxx, yang pendistribusiannya dalam bentuk kornet.?…” tanya isteriku satu ketika
“Kita dapet bagian gak…?” tanyaku balik bertanya
“Kita punya hak 15 kaleng kornet…..” jawab isteriku
“Menurut syariat, itu sah….sesuai rujukan ‘ulama” jawabku
Penulis banyak mendapat pertanyaan seperti tsb diatas….
—ooOoo—
Akhir-akhir ini tingkat penjualan hewan kurban relatif menurun. Banyak pedagang kambing yang mengeluh karena menurunnya pemasukan mereka. Selain karena resesi ekonomi global, juga dipicu oleh maraknya pelaksanaan kurban cara baru, yaitu melalui system kemasan (kornet). Lebih praktis dan tahan lama serta instant bagi si pe-kurban.
à bukankah masyarakat kita senang dengan yang serba instant. Mie instant, idola instant, artis juga instant. Bahkan peng-kaderan seorang da’i/ustadz kadang juga dengan cara yang instan
Bagaimana hukum dan syariatnya?? Syah-kah??
KH Ma’ruf Amin, salah seorang pengurus PBNU, yang juga ketua Komisi Fatwa MUI Pusat membolehkan pengiriman daging kurban siap saji (baca : dalam bentuk kornet, dll), asalkan penyembelihan dilakukan pada masa hari tasyrik (tanggal 10 – 13 Dzulhijah).
“Jika sudah melewati batas masa tasrik, namanya sodaqoh,” ujar KH. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU.
Pertimbangan lain mengirimkan daging siap saji menruut Hasyim adalah faktor sosial. Berdasarkan pemantauan PBNU, saat ini masyarakat korban bencana gempa dan tsunami kekurangan peralatan masak. Sehingga dikhawatirkan mereka kesulitan untuk memasak daging qurban ini. Dengan memberikan daging siap saji, masyarakat Aceh tak perlu repot memasak. “Bisa langsung dimakan, dengan atau tanpa dipanaskan” tutur Hasyim.
Nabi SAW bersabda,”Wahai penduduk Madinah, janganlah kamu memakan daging kurban di atas tiga hari.” Lalu orang-orang mengadu kepada Nabi SAW, bahwa mereka mempunyai keluarga, kerabat, dan pembantu. Maka Nabi SAW bersabda,”[Kalau begitu] makanlah, berikanlah, tahanlah, dan simpanlah!” (HR Muslim; Imam Nawawi, Syarah Muslim, 5/115).
Berdasarkan rujukan hadits tsb, menyimpan (iddikhar) daging kurban diperbolehkan sepanjang dan bergantung pada ‘illat (alasan penetapan hukum), yaitu ada tidaknya hajat. Jika tidak ada hajat, tidak boleh menyimpan. Jika ada hajat, boleh. Imam Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 6/48 berkata,”Larangan menyimpan daging kurban tidaklah di-nasakh (dihapus), melainkan karena ada suatu ‘illat. Jika ‘illat itu hilang, larangan hilang. Jika illat itu ada lagi, maka larangan pun ada lagi.”
Dengan demikian, boleh menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, jika ada hajat. Kalau hajat ini tidak ada, tidak boleh menyimpan.
Kornet dapat di-analog-kan (dikategorikan) dalam iddikhar, menyimpan dalam waktu lebih dari tiga hari, karena kebutuhan.
Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam pendistribusian hewan kurban dalam bentuk kornet adalah sbb :
1. Waktu penyembelihan harus tetap pada hari Tasyriq (tanggal 10-13 Zulhijjah), yaitu setelah Sholat Idul Adha s.d sebelum Maghrib tgl. 13 Zulhijjah.
Hadits Rasulullah SAW,”Setiap sudut kota Makkah adalah tempat penyembelihan dan setiap hari-hari tayriq adalah [waktu] penyembelihan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Thabrani, dan Daruquthni).
Pendapat Imam Syafi’i mengenai masalah ini “Jika matahari telah terbenam pada akhir hari-hari tasyriq [tanggal 13 Zulhijjah], lalu seseorang menyembelih kurbannya, maka kurbannya tidak sah.”
2. Adanya hajat sebagai dasar penyimpanan daging kurban lebih dari tiga hari. misalnya masih adanya kaum muslimin yang miskin, menderita kelaparan, jarang makan daging, tertimpa bencana, dan sebagainya, contoh mengenai masalah ini antara lain peristiwa bencana alam tsunami 2004 dan gempa Jogja 2005, dimana para korban lebih membutuhkan makanan instan.
PBNU, sebagai salah satu Ormas Islam terbesar di tanah air, pernah membahas masalah ini. Selain hukum syariat, mereka mempertimbangkan :
Faktor keadilan. Dengan memproses menjadi daging siap saji, PBNU mempunyai waktu untuk mendistribusikan daging kurban ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Namun KH. Hasyim Muzadi mengakui secara syariah, daging kurban memang seharusnya diberikan dalam bentuk daging segar. Untuk pemberian dalam bentuk daging matang baru boleh diberikan untuk keperluan Aqiqah.
Wallahu a’lambishowab
salam ukhuwah elha
www.jangankedip.blogspot.com
Posted by: larengawi on: November 21, 2009
eitss tunggu dulu…ni bukan tentang cewek yang sedang mempermainkan cowoknya…ni tentang suatu hal yang lucu dan menarik terutama untuk anak-anak…dan merupakan hal yang hemat untuk ibu-ibu rumah tangga yang sedang di pusingkan dengan mainan-mainan yang terlampau mahal aq sempatkan mengupload hal ini karena mungkin bisa menjadi alternatif baru buat kamu-kamu..seminggu yang lalu kami disibukkan dengan persiapan lomba membuat kreatifitas alat peraga yang educatif..dan kemarin tepat kamis tanggal 19 november bertempat di tk nawa kartika kami bertempur memperjuangkan betapa hemat dan menariknya ape yang kita buat.. sempat pesimis juga ketika melihat teman-teman dari TK lain…tapi harus tetep semangat dong..hehehe…deg2an itu hadir ketika giliran kami yang di panggil untuk presentasi alhm berlalu dengan baik sepertinya hanya Tk kami yang siap dalam perlombaan ini..kami optimis sekali…dan ternyata benar..kami menjadi juara pertama…dengan APE yang bertemakan “keranjang multifungsi” alhamdulillah…kamipun sempat menyertakan gambarnya disini juga milik teman2 dari TK lain..
Posted by: larengawi on: November 14, 2009
* kebahagiaan yang tertunda yang dibayar dengan pengorbanan selalu terasa lebih manis*
* makin besar kesulitan….
makin besar kemuliaan dari keberhasilan mengatasinya*
* buatlah dirimu menjadi berkah bagi seseorang…
senyum yang tulus dan tepukan di bahu mungkin bisa menarik seseorang dari tepi jurang*
* genggamlah tangan temanmu selama masa-masa sulit.
biarkan menemukan cinta melalui pelukan dan senyuman,
tapi juga tahu untuk merelakan…
karena kita juga harus belajar untuk tumbuh*
Posted by aku ada untuk mu…

kebahagiaan yang tertunda
Posted by: larengawi on: November 14, 2009
ORANGTUA kadang dibuat berang dengan perilaku si kecil yang sulit diatur atau maunya ngemil permen setiap hari. Jangan selalu memarahi, cobalah pahami karakter otak anak yang “beda”.
Adakah anak kecil yang tak suka permen? Konon, otak anak memang telah “terprogram” untuk terobsesi terhadap manisnya permen atau gula-gula. Namun, karakter sulit menghindar atau “menahan keinginan” ini pada satu sisi justru menjadikan anak-anak sebagai makhluk penemu dan pembelajar handal.
Sharon Thompson-Schill, seorang profesor bidang psikologi dari Universitas Pennsylvania, selama 15 tahun meneliti karakter orang dewasa yang punya masalah dalam hal mengingat sesuatu karena kerusakan pada lobus frontal (bagian depan belahan otak besar). Sepanjang masa itu, sang profesor yang juga ahli saraf ini mendapati bahwa apa yang terjadi pada anak kecil (misalnya dalam kaitannya dengan permen tadi) mirip dengan kasus kerusakan lobus depan pada orang dewasa tersebut.
“Belajar dan berprilaku tanpa lobus depan otak ini akan berbeda hasilnya dengan aktivitas belajar dan berprilaku dengan lobus depan otak,” katanya. Efeknya, lanjut dia, pada anak-anak misalnya akan cenderung impulsif, menentang aturan, dan tidak patuh pada perintah.
Penelitian terdahulu perihal perkembangan otak anak menunjukkan bahwa anak-anak bukanlah “manusia dewasa mini” dan bahwa korteks prefrontal (bagian otak yang berperan dalam kemampuan menilai dan mengambil keputusan), baru akan mencapai tingkat kematangan saat seseorang mencapai usia remaja atau dewasa muda (sekitar usia 21).
Dalam paper yang diterbitkan Current Directions in Psychological Science, Thompson-Schill menyebut penundaan kematangan lobus frontal otak ini sebagai “pikiran tanpa kendali”. Pikiran tanpa kendali ini, menurut dia, merupakan hal yang baik untuk anak, kendati kadang membuat orangtua berang atau jengkel.
Menghargai bakat yang tersimpan dalam otak si kecil juga banyak digaungkan, termasuk dalam buku terbaru Alison Gopnik, The Philosophical Baby: What Children’s Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life (Farrar, Straus and Giroux). Gopnik yang merupakan peneliti dari Universitas Washington, menunjukkan bagaimana anak usia prasekolah menggunakan “kecanggihan” otaknya untuk berpikir dan mencermati cara kerja dunia bekerja. Mereka terbukti mampu melakukannya biarpun tanpa panduan guru ataupun media pembelajaran seperti video edukasi dan flashcard.
Anak dengan otaknya yang “beda” dari orang dewasa, juga menjadikan mereka memiliki bakat unik dalam mencipta atau menemukan sesuatu. “Orang dewasa biasanya malah penemu yang buruk,” tukasThompson-Schill.
Dibandingkan anak-anak, orang dewasa biasanya terlalu banyak pertimbangan dalam mencari dan berpikir untuk menemukan sesuatu dan menyaring sisanya. Sebaliknya anak-anak dengan pikirannya yang masih lugu cenderung tidak pernah menyaring apa yang terjadi dalam dunianya seperti yang dilakukan orang dewasa. Mereka bisa menaruh perhatian dan penasaran pada hal apa pun.
Belajar dari pengalaman mengasuh ketiga anaknya saat mereka masih kanak-kanak,Thompson- Schill lebih banyak mengaitkan perilaku anaknya dengan kematangan otak dan bukannya soal ketidakpatuhan atau penentangan dari sang anak. Ia pun menggunakan beberapa trik pendisiplinan anak seperti halnya yang dilakukan terhadap pasien dewasa yang mengalami gangguan lobus frontal tadi.
Ia mengingatkan bahwasanya perilaku anak dipengaruhi lingkungan sekitarnya, bukan semata ditentukan pikiran di benaknya atau nasihat sopan santun yang diajarkan orangtuanya. Jadi, ia berpesan, jika tidak ingin anak Anda terus mengemil permen, jangan biasakan menyimpan permen atau gula-gula di rumah.
Profesor jenius ini juga mengungkapkan trik lainnya. Misalnya, jika ingin anak Anda menjadi pemain sepak bola andal, jangan mengajarkan anak berdasarkan apa yang Anda pelajari. Anak akan lebih banyak belajar jika mereka mencoba mempraktikkannya sendiri dan menilai apa yang telah dilakukannya itu (apakah sudah benar atau belum?). Selanjutnya sebagai pertimbangan dan masukan, barulah orangtua memberi saran semisal teori tentang bermain sepak bola yang baik. (Koran SI/Koran SI/ftr)
Posted by: larengawi on: September 5, 2009
tepat di tanggal 4 tahun 82 an alhamdullillah telah lahir seorang isma. well bukan sesuatu yang menarik sihhh….kemarin menjadi hari yang istimewa coz masih bisa berada di tengah2 keluarga, teman, murid2, di usia yang sudah tidak terlalu muda alhamdulillahhh…thanks god. satu ucapan selamat dari teman guru. yang lain… mungkin terlalu sibuk dengan urusan masing2 but its ok. mungkin cuman segelintir cerita spesial itu yang ada di samping cerita apesnya td pagi aqyu kehilangan pegangan tanganku yaitu hp eisia dan duit 100ribu + ktp tidak ketinggalan pula dompet seharga 20rb ikhlas adalah jalan terakhir untuk mengobati luka hati karena ditinggal pegangan tadi semoga yang menemukan benar2 sedang membutuhkan uang itu amiennn…i’lan hati2 dengan barang2 anda jangan sembrono dengan meletakkan di mana saja
Posted by: larengawi on: Juli 4, 2009
Posted by: larengawi on: Mei 26, 2009
Bertuturlah cinta mengucap satu nama
Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih mengutus hati ini
Ku sandarkan hidup dan matiku pada-Mu
[*]
Bisikkan doaku dalam butiran tasbih
Ku panjatkan pintaku pada mu Maha Cinta
Sudah diubun-ubun cinta mengusik rasa
Tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit
[**]
Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta
Back to [*][**]
Cinta…
Back to [**]
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta
Ketika cinta bertasbih
ini adalah original soundtrack dari film ketika cinta bertasbih
semoga lirik ini dapat memberi gambaran yang berarti… bahwa tidak setiap keinginan dapat terwujud pabila garis hidup telah di tentukan oleh_NYA
Posted by: larengawi on: Mei 23, 2009
Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi tersohor bernama
Zun-Nun.
Seorang pemuda mendatanginya dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti
mengapa orang seperti anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat
sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat
perlu, bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan
lain.”
Sang sufi hanya tersenyum; ia lalu melepaskan cincin dari salah satu
jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi
lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah
ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping
emas?”
Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping
emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.” “Cobalah
dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”
Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada
pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang
lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas.
Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani
menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan
Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari
satu keping perak.”
Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu
ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko
atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana
ia memberikan penilaian.”
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada
Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, “Guru,
ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari
cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas.
Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar
oleh para pedagang di pasar.”
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, “Itulah jawaban atas
pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari
pakaiannya. Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar”
yang menilai demikian. Namun tidak bagi “pedagang emas”.
Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat
dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan
kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses wahai sobat mudaku.
Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita
dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata
loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.”
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Komentar Terakhir